tea break

memberikan pencerahan dan motivasi lewat cerita
Showing posts with label MOTIVATION. Show all posts
Showing posts with label MOTIVATION. Show all posts

Wednesday, July 14, 2010

Putaran Waktu


Alkisah, ada seorang pelajar di sebuah desa kecil, yang memiliki cita-cita sebagai pegawai pemerintah. Demi mewujudkan cita-citanya, dia berangkat ke ibu kota untuk menempuh ujian negara.

Di sela perjalanan yang jauh dan melelahkan, si pelajar berhenti sejenak melepas lelah. Tak lama ia pun terbawa dalam lamunan. Muncul perasaan was-was terhadap kemampuan dirinya dan sesaat kemudian dia membayangkan seandainya bisa diterima sebagai pegawai pemerintah. Di tengah asyiknya melamun, tiba-tiba seorang kakek berdiri di hadapannya menyapa: "Hai anak muda, engkau tampak bukan orang dari sini. Hendak ke mana?"

"Saya hendak ke ibu kota Kek, mengikuti ujian negara."

"Kakek perhatikan dari tadi, apa yang sedang kamu lamunkan?"

Mereka pun terlibat pembicaraan seru.

Setelah bertukar pikiran, tiba-tiba sang kakek mengeluarkan suatu benda dari sakunya. Lalu, ia memberikannya kepada si pelajar sambil berkata, "Mungkin ini yang kau perlukan, Nak!"

"Sebuah gasing? Bagaimana sebuah gasing dapat mewujudkan cita-cita saya, Kek?" tanya si pemuda keheranan.

Sang kakek menjawab, "Nak, ini adalah gasing waktu. Jika kamu memutar gasing ini ke kanan, maka kamu akan sampai pada saat dan keadaan yang seperti kamu inginkan." Setelah si pelajar menerima gasing, si kakek pun berlalu pergi.

Merasa aneh, si pelajar segera mencoba kebenaran ucapan sang kakek. Sambil membayangkan keberhasilan dirinya lulus ujian negara, ia memutar gasing ke kanan. Dan tiba-tiba, si pelajar mendapati dirinya berada di depan papan pengumuman ujian negara dan namanya tercantum pada pengumuman kelulusan. Ia sangat gembira. Namun kegembiraannya tidaklah bertahan lama. Muncul perasaan tidak sabar untuk segera bisa bekerja di pemerintahan. Maka ia pun kembali memutar gasingnya ke kanan dan dalam sekejap si pelajar sudah berada pada pekerjaannya di kantor pemerintahan.

Kenikmatan sebagai pegawai pemerintahan juga tidak bertahan lama. Timbul keinginan yang lebih, yaitu sebagai pejabat tinggi pemerintah. Maka segera dia pun kembali memutar gasingnya. Dan pada saat itu juga ia berada pada posisi yang diinginkannya. Kini, ia memutar gasing untuk mempercepat waktu dan menghindari kesulitan dalam mencapai cita-cita telah menjadi kebiasaan si pelajar.



Secepat gasing berputar, si pelajar pun berubah menjadi tua dan menjelang ajal. Ada penyesalan dalam dirinya, "Betapa singkat dan hambarnya kehidupanku! Alangkah baiknya jika putaran gasing ini dapat mengembalikan aku pada masa lalu.."

Dalam kondisi putus asa sang pelajar memutar gasing ke arah yang berlawanan yaitu ke arah kiri. Dan tiba-tiba dia pun terbangun dari tidurnya! Eh, ternyata peristiwa semua tadi hanya mimpi belaka.

Sejenak, si pelajar merasa senang dan bersyukur bahwa semua itu cuma mimpi. Dia pun berjanji pada dirinya sendiri, akan tetap berusaha dan menikmati setiap proses perjuangan untuk mencapai apa yang menjadi cita-citanya.


Moral Cerita:
Dalam meraih cita-cita, seringkali kita tidak sabar menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Kita bernafsu meraih kesuksesan atau kekayaan dengan cepat dan singkat. Memang seperti filosofi sukses saya, "Sukses adalah Hak Saya!" Akan tetapi, perlu diingat: untuk meraih setiap kesuksesan, kita harus siap bayar harga, siap berjerih payah, dan tidak melanggar hukum moral. Jangan takut pada halangan yang menghadang, siap berjuang dan keluar keringat! Karena sesungguhnya, kenikmatan kesuksesan justru berada pada nilai proses perjuangan yang kita lakukan.

Gagal, Bangkit Lagi!! (Never Give Up!!)

Pada suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustasi yang menggantung. Dia hanya berjalan dengan langkah gontai ke sana kemari tanpa arti, seperti tak tahu apa yang dilakukannya. Sementara di taman itu banyak orang menikmati keindahan pepohonan yang sesekali diiringi kicauan burung, si pemuda hanya tertunduk lesu. Setelah sekian lama, ia kemudian terduduk di sebuah kursi taman dan menghela napas panjang.

Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal, diambilnya sebatang ranting yang jatuh tak jauh dari tempatnya duduk. Seperti hendak melepaskan tak karuan yang melandanya, si pemuda segera mengarahkan ranting terseb ut untuk merusak sarang si laba-laba. Akibatnya, benang-benang sarang dari laba-laba yang sudah seperempat jadi itu pun rusak berantakan.

Setelah puas dengan kelakuannya, si pemuda memperhatikan ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?

Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula dan mulai mengulangi kegiatan yang sama. Laba-laba merayap-merajut-melompat, dan dengan lincah ia menyusun helai benang yang dipintalnya dengan penuh ketekunan. Semakin lama, semakin lebar dan ia pun hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya. Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru, pemuda yang dari tadi memperhatikan ulah laba-laba kembali timbul rasa isengnya. Maka, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kali kedua.

Setelah kembali hancur, pemuda kembali ingin tahu, apa yang akan dilakukan si laba-laba. Ternyata, tak disangka-sangka oleh si pemuda, untuk ketiga kalinya laba-laba mengulangi kegiatannya. Ia kembali memulai dari awal - dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dan menyusun setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya. Dengan tekun laba-laba kembali memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.

Demi melihat dan mengamati ulah laba-laba yang mau membangun sarang yang telah hancur untuk kali ketiga, sang pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil, namun giat bekerja tanpa mengenal lelah, menimbulkan perasaan malu pada diri pemuda. Ia seperti mendapatkan pencerahan. Karena sesungguhnya, si pemuda yang tadinya merasa hati dan perasaannya gundah, rupanya baru saja mengalami satu kali kegagalan!

Karena itu, melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati, "Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!" Segera, si pemuda bangkit, dan bertekad kuat untuk bekerja lebih giat lagi. Bila perlu, dia akan memulai dari awal lagi, tanpa putus asa.

Moral Cerita:
Mengalami kegagalan bukan berarti kita harus menyerah, apalagi putus asa. Sebab, sebenarnya dengan kegagalan itu berarti kita harus introspeksi diri dan berikhtiar lebih keras dari hari kemarin... Melalui kegagalanlah kita bisa mengevaluasi setiap langkah yang telah kita lakukan. Dengan begitu, kita akan tahu hal apa saja yang perlu diperbaiki dan tahu di mana saja kesalahan yang telah kita perbuat untuk tidak mengulanginya. Hal itu akan mendasari langkah kita ke depan menjadi lebih baik.

Kegagalan harusnya mulai kita pandang dari sudut yang berbeda. Kita gagal bukan berarti kita tidak sukses, melainkan kita belum sukses. Seperti kata pepatah yang sering kita dengar: kegagalan adalah bagian kecil dari proses sebuah kesuksesan atau kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Banyak tokoh dunia yang kita kenal, semua pasti pernah mengalami proses kegagalan. Tak hanya sekali, bahkan berkali-kali. Tak hanya itu, saat berada di puncak kesuksesan pun, tak jarang mereka terpeleset dan bahkan kembali jatuh ke jurang. Namun, bagi mereka yang memiliki kekayaan mental, rasa sakit dan jatuh itu hanya akan dirasakan sebagai masa belajar dan mengasah diri untuk kembali menggapai prestasi.

Itulah kekuatan sesungguhnya dari semangat "Never Give Up!", yakni semangat pantang menyerah yang timbul dari dalam insan-insan luar biasa yang sadar potensi. Sebab, di balik kegagalan, pastilah ada pembelajaran. Di balik halangan dan rintangan menghadang, pastilah ada peluang yang menantang untuk dimenangkan. Untuk itu, mari kita jadikan semangat "Never Give Up!" menjadi sumber kekuatan untuk terus menerjang tantangan. Jadikan semboyan "Never Give Up!" sebagai pedoman untuk berkarya, bertindak, dan berusaha demi mencapai sukses yang luar biasa!!!

Tuesday, June 22, 2010

Bebek yang memenangkan lottery

Di sebuah Chinese restaurant, Martyn Frost memegang dan mengelus elus sebuah patung Bebek keberuntungan, yang konon bisa membawa rejeki. Malamnya dia membeli lottery, dan besoknya memenangkan hampir satu juta pounsterling (kira2 15 miliar rupiah). Semua orang menyelamatinya dan banyak yang terkagum kagum dengan saktinya si patung Bebek tersebut.

Tidak bisa dibuktikan apakah Frost memenangkan lottery karena memegang patung bebek atau tidak.

Hal-hal yang tidak mudah dibuktikan, sering kita percayai sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kita sendiri. Anda dan saya, secara rasional, pasti yakin sang bebek tidak menyebabkan kemenangan lottery tersebut.“Post Hoc Fallacies”, kesalahan cara berpikir yang menganggap bahwa sesuatu yang terjadi kemudian diakibatkan karena sesuatu yang sebelumnya, walaupun kadang kedua hal itu tidak berhubungan.

Bilamana sudah tiga kali terjadi, setiap anda mengusap usap hidung anda sambil bilang, sim sala bim, dan hujan turun, maka anda akan percaya hal itu, dan pada saat kemudian akan yakin bahwa mengusap hidung sambil mengucap mantra sim sala bim, adalah jalan untuk membuat hujan turun. Walaupun sebenarnya ketiga kali terjadinya hal itu hanya kebetulan, dan tidak akan terjadi pada keempat kalinya lagi.

Kita sering berpikir bahwa dua kejadian adalah sebab akibat, karena otak kita selalu berusaha menghubungkan dan merasionalkan beberapa kejadian. Hal ini sering membawa kita pada kepercayaan akan “ajimat”, hokkie, ataupun sebuah kejadian (misalkan mimpi digigit ular), dan sebaliknya sering menyalahkan sesuatu kalau ada yang negatip (berjalan dibawah tangga, lantai 13), sebuah pencarian kambing-kambing berwarna hitam.

Kita mengambil kesimpulan dengan tiga hal: Heart (Hati, emosi) , Head (Kepala, otak, rasional) , Gut (Nyali, keyakinan). Ketika kita tidak mampu memakai otak rasional kita, maka kita akan bergeser memakai emosi ataupun nyali kita.

Sering orang menanyakan pada saya, “Pak, apa rahasianya supaya kita bisa sukses?”, yang sering membuat saya tersenyum, sepertinya saya bisa menjawab dengan “ Peganglah bebek keberuntungan itu”; atau “Belilah Lottery.”; atau “Carilah pohon sakti dipuncak gunung, duduk dan berdoalah disana meminta suksesmu.”

Rahasia sukses adalah: “Tidak ada rahasia sukses.”

Pada buku “Outliers”, Galdwell mencoba memudahkan kesuksesan dengan dua hal: Kerja keras melatih keahlian kita secara terus menerus, memperbaiki kemampuan kita supaya jadi ahli, minimal dengan 10.000 jam. Dan mencari kesempatan yang menguntungkan secara terus menerus. Singkatnya, kerja keras yang benar, dan pemanfaatan kesempatan.

Tetapi kalau kita mau lebih rasional, kedua hal itu saja tidaklah cukup. Selalu banyak elemen yang harus tepat, untuk seseorang mencapai kesuksesan. Keahlian khusus, kesempatan, passion, kesesuaian kerjanya dengan trend, network yang dimiliki, softskill, timing, detail tindakan, dan seterusnya. Ada begitu banyak hal yang harus dilakukan dengan benar, dan ada begitu banyak elemen lainnya juga dari luar yang “pas”, untuk sukses.

Yang dapat kita kerjakan adalah melakukan yang terbaik pada pekerjaan yang kita sukai, jeli dalam mencari kesempatan yang ada dan selalu memperbaiki diri dan belajar tanpa henti. Mulai dari hal yang kecil, bangun kesuksesan atas kesuksesan kecil sebelumnya. Jangan putus asa, terus berupaya. Karena sukses bukan terjadi karena sebuah patung bebek saja.

Monday, June 21, 2010

LOVE Untuk Kehidupan

Pada suatu saat saya pernah membaca sebuah poster yang lucu tentang kata 'LOVE'. Cinta. 'Love' itu bukan sekedar cinta seorang pria pada seorang wanita dalam pacaran. Atau cinta seorang suami pada istri,walau itu memang itu termasuk cinta. Tapi 'love'juga termasuk kecintaan kita pada pekerjaan kita, perusahaan kita dan kecintaan kita pada kehidupan kita. Maka kata LOVE ini merupakan singkatan dari 4 kata.

L-O-V-E, huruf pertama L adalah 'loyal'. Loyal ini adalah kemampuan kita untuk terus mau mengikuti sesuatu yang sama. Persisten kita untuk mengikuti hal yang kita sukai. Kemampuan kita untuk melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan antusiasme kita. Maka L-O-V-E, L itu adalah loyal.

Dan O dalam L-O-V-E adalah 'obligation'. Adalah suatu keharusan kita, 'willingness to do it'. Memang menjadi suatu keharusan, 'you have to do it'. Memang kita kadang akan jenuh terhadap perusahaan kita, pekerjaan kita. Tapi kita harus merasakan sebagai kewajiban yang harus dikerjakan,"Lho, itu kan memang tugas saya." Ini memang 'my obligation to do it'. Kadang obligation dianggap sebagai sesuatu hal yang pahit dan menyengsarakan karena.sebagai sebuah keharusan atau kewajiban. Dan kewajiban itu tidak enak. Tapi itu adalah sebagian dari hal yang penting.

Hurup berikutnya dalam L-O-V-E adalah V. V adalah 'valued' atau dihargai, dinilai. Atau 'honored'atau dihormati. Jadi kata L-O-V-E itu V-nya adalah valued. Kita harus menghormati apa yang kita lakukan, menghargai dan memberikan rasa hormat yang dalam pada apa yang kita cintai dan kerjakan.

Dan huruf terakhir E adalah excuses atau memaafkan. Yakni kemampuan kita untuk memaafkan karena selalu ada ketidak enakkan, ketidak-'fair'an pada pekerjaan, perusahaan, teman atau orang lain. Mereka sering mengecewakan kita tapi kita harus mampu memaafkan dan melakukan lagi apa yang harus kita lakukan.

Kata L-O-V-E yang merupakan singkatan dari Loyal, Obligation, Valued dan Excuses, saya harapkan dapat membantu anda untuk lebih mencintai teman anda, sahabat anda, kekasih anda, suami/istri anda, pekerjaan ataupun perusahaan anda. Dan dengan ini kita bisa memandangnya dari kacamata yang lebih tepat.


Kata Bijak Hari ini:
Sesuatu tetap tinggal sebagai sesuatu, tetapi hati yang terbuka memenangkan banyak jiwa (Nee)

Friday, June 18, 2010

Membunuh Potensi

Jika Anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil dan telah mempunyai 8 orang anak, namun tiga di antara anak-anaknya itu tuli, dua lainnya buta dan seorang lainnya mengalami gangguan mental, sedangkan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah Anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya?

Jika Anda menjawab ya, maka Anda baru saja membunuh salah satu komponis masyur di dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven.

Dan saat ini, Anda sedang dibawa untuk memilih seorang pemimpin dunia dan keputusan Anda akan sangat berpengaruh terhadap siapa yang akan menjadi pemenang. Namun fakta dari tiga calon pemimpin dunia tersebut adalah sebagai berikut:

Calon A : selalu dihubung-hubungkan dengan politisi jahat dan sering berkonsultasi dengan astrologis, memiliki dua orang istri muda, seorang perokok berat dan minum 8-10 botol martini setiap hari.

Calon B : dipecat dua kali dari kantor tempatnya bekerja, selalu bangun sore hari, pernah menggunakan narkoba waktu kuliah dan minum wiski setiap sore.

Calon C : dianggap pahlawan, vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh di luar perkawinannya.

Siapa di antara ketiga calon ini yang akan Anda pilih? Anda mungkin tidak akan menduga siapa sebenarnya calon-calon ini.

Calon A adalah Franklin D. Roosevelt

Calon B adalah Winston Churchill

Calon C adalah Adolf Hitler

Sekali lagi sejarah mengajarkan untuk tidak menilai orang dari penampilan. Setiap orang, seperti apapun kondisinya, memiliki sebuah pootensi di dalam hidupnya. Jangan pernah membunuh potensi itu!

Jangan Pernah Menyerah

Banyak dari kita mengeluh ketika menghadapi masalah dan rintangan di dalam kehidupan. Padahal terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa di balik setiap kejadian sulit yang kita hadapi, ada kebaikan Tuhan di baliknya yang akan kita ketahui sejalan dengan waktu. Sama seperti Yunus yang harus melewati perbudakan dan penjara sebelum menjadi pemimpin di Mesir, Marco Polo juga harus dipenjara sehingga namanya dikenal orang di seluruh dunia sampai saat ini.

Kalau saja Marco Polo tidak ditangkap dan dipenjara selama setahun oleh pemerintah Genoa, tentu dunia tidak akan mengetahui cerita petualangannya sepanjang 22 tahun ke Timur jauh.

Saat Marco Polo kembali ke Venesia setelah perjalanannya ke Timur Jauh, Marco Polo menjabat “Komandan Kehormatan” dalam perang antara Venesia melawan Genoa. Dalam pertempuran di pulau Curzold, galeonnya tertangkap dan ia ditawan di penjara Genoa.

Di dalam penjara itulah Marco Polo bertemu dengan seorang penulis bernama Rustichello, yang mendengar cerita petualangan Marco Polo. Rustichello pada akhirnya berhasil membujuk Marco Polo untuk menulis buku tentang petualangannya ke Timur Jauh.

Tanpa buku Marco Polo ini, ada kemungkinan orang Eropa juga tidak menemukan benua Amerika. Christopher Columbus sangat terinspirasi oleh buku petualangan Marco Polo, sehingga ia ingin mencapai Timur Jauh lewat laut. Lewat kisah ini kita dapat melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui kesusahan Marco Polo sehingga melalui dirinya sejarah orang Amerika dimulai.

Apapun yang terjadi dalam hidup Anda, jangan pernah menyerah. Karena pada akhirnya Anda akan melihat bagaimana sejarah hidup orang lain bisa berubah melalui apa yang harus Anda hadapi dalam kehidupan saat ini.

Monday, June 14, 2010

Kebaikan Itu Bermanfaat

Bagaimana Anda memperlakukan orang lain dapat memberikan pengaruh besar pada tingkat berkat dan perkenanan Tuhan yang sedang Anda alami dalam kehidupan Anda. Apakah Anda adalah orang baik dan penuh pengertian? Apakah Anda menghargai setiap orang yang bertemu dengan Anda dan menganggapnya istimewa? Apabila Anda memperlakukan orang lain dengan buruk maka janganlah berharap berkat Tuhan dalam kehidupan Anda.

Kitab Suci berkata, “Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.” (I Tesalonika 5:15). Kata usahakanlah pada ayat ini mengandung makna yang dalam, yakni Tuhan ingin kita bersikap proaktif. Kita seharusnya tidak perlu menunggu ajakan orang lain untuk berbuat baik kepada yang membutuhkan. Kita justru adalah para penggerak dan teladan bagi orang lain dalam hal membagikan kasih, bersikap baik, dan bermurah hati.

Saat seorang rekan sekerja melewati Anda dan tidak memberikan kesempatan kepada untuk berkembang di perusahaan tersebut, Tuhan mengharapkan Anda untuk berjalan satu mil lebih jauh dan tetap bersahabat dengannya. Jika Anda sedang menelepon dan seseorang berbicara kasar atau tidak ramah kepada Anda, memang mudah untuk berpikir, Aku akan membalasnya dan menutup pembicaraan. Ia tidak mengenalku dan ia tidak akan pernah melihatku. Namun, tahukah Anda, Tuhan mengharapkan Anda lebih ramah dan penuh perhatian kepada orang tersebut.

Kejahatan tidak pernah bisa dikalahkan dengan kejahatan. Jika Anda salah memperlakukan orang lain yang salah memperlakukan Anda, Anda akan memperburuk masalah. Saat Anda mengungkapkan kemarahan kepada seseorang yang telah marah kepada Anda, itu seperti menambahkan bensin ke dalam api.

Kita harus mengetahui kebenaran ini: kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Saat ada seseorang yang telah menyakiti hati Anda, cara satu-satunya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memperlihatkan kemurahan, mengampuni mereka, dan melakukan hal yang benar.

Hari ini, teruslah mengambil jalan yang enak dilalui dan bersikaplah baik serta ramah. Tuhan akan melihat apa yang sedang Anda lakukan dan Dia akan memastikan tindakan-tindakan dan sikap baik Anda akan mengalahkan kejahatan. Jika Anda mau terus melakukan hal yang benar, Anda akan keluar jauh melampaui tempat di mana Anda bisa ada jika Anda melawan api dengan api.

Bukankah Kitab Suci mengajar kita bahwa Tuhan adalah pembalas kita? Ingatlah selalu, Dia tidak akan membiarkan Anda kalah. Anda mungkin berpikir bahwa Anda mendapatkan kerugian, tetapi jika semua sudah dikatakan dan dilakukan, Tuhan telah memastikan bahwa Anda tidak akan kehilangan apa pun yang benar-benar berharga. Justru, Anda akan mendapatkan upah yang layak karena melakukan apa yang telah diperintahkan-Nya tersebut.

Wednesday, January 6, 2010

Rahasia Memotivasi Diri Sendiri dan Orang Lain

Anda pernah dengar cerita perbedaan wortel dan tongkat?

Kalau belum, ijinkan saya bercerita singkat saja. Bayangkan anda baru saja memenangkan perlombaan lari. Saat di atas podium, sebagai hadiahnya anda diminta memilih antara wortel dan tongkat, kira-kira mana yang anda pilih?

Sebelum anda klik “baca selanjutnya”, tetapkan dulu pilihan anda.

Menurut cerita tersebut, bagi anda yang memilih wortel, menggambarkan kalau motivasi anda muncul karena didorong mendapatkan kesenangan. Kesenangan bisa berarti anda mendapat uang, reward, bonus, komisi, atau yang intinya mendatangkan kenyamanan.

Sedang bagi anda yang memilih tongkat menunjukkan kalau motivasi dalam diri anda cenderung muncul karena didorong oleh ketakutan. Artinya, anda akan jadi lebih bersemangat kalau anda sedang misalnya dibayang-bayangi ketakutan seperti takut jatuh miskin, takut digigit anjing sehingga anda bisa melompati pagar yang tinggi, dan berbagai ketakutan lainnya. Intinya anda lebih termotivasi untuk menghindari hal yang tak anda inginkan menimpa diri anda.

Apapun kemudian jenis sumber pendorong motivasi dalam diri anda, anda harus mengenalinya. Ini penting sebab dengan mengenali apa yang menjadi penyulut motivasi anda, anda tahu bagaimana cara membangkitkan motivasi dalam diri anda.

Contoh misalkan anda lebih termotivasi mendapatkan kesenangan, maka anda bisa pasang gambar rumah mewah impian anda di tembok dekat tempat tidur misalnya. Sedangkan bagi anda yang lebih termotivasi karena ketakutan, mungkin anda bisa pasang gambar rumah reyot yang tak ingin anda tempati. Setiap kali anda melihat gambar tersebut, percayalah anda akan bersemangat melakukan apa yang harusnya anda lakukan. Rasa malas akan sirna dari diri anda.

Lantas bagaimana jika ingin memotivasi orang lain?

Prinsipnya sebetulnya sama. Pertama, kenali sumber motivasi orang tersebut. Dan kemudian berikan motivasi sesuai jenis motivasi yang membangkitkan semangatnya. Andaikan teman yang ingin anda beri motivasi merupakan tipe orang yang mengejar kesenangan, maka motivasilah misalnya dengan kisah-kisah sukses.

Begitu pula sebaliknya jika rekan anda merupakan tipe orang yang lebih termotivasi oleh ketakutan, anda bisa sampaikan motivasi yang sesuai. Dengan begitu niscaya mereka akan lebih termotivasi dengan apa yang anda sampaikan. Hasilnya pun akan membuat mereka menjadi lebih bersemangat.

Namun yang jelas, apapun pendekatan motivasi yang anda lakukan, tak ada yang benar maupun salah. Cara tersebut hanya agar kita mampu berkomunikasi secara lebih baik dengan diri maupun orang-orang di sekeliling kita.

Bagaimana? Sudah tahu kan bagaimana cara memotivasi diri dan orang lain?

Sukses selalu untuk Anda!

(sumber: blog joko susilo)

Monday, January 4, 2010

BENIH

Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka di bawah pohon yang besar itu.

Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. "Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?"

"Sepertinya," lanjut sang bocah, "aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti ini." Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah. Lalu, ia kembali melanjutkan, "bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?

Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.

"Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang sama."

Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi mahluk yang sabar.

"Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran."

Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri, meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.

Moral Cerita:
Pedagang itu benar. Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena Tuhan menciptakan kita penuh dengan keistimewaan dan Dia menyiapkan kita menjadi mahluk dengan berbagai kelebihan.

Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil? Kapankah saat itu akan datang?

Teman, kita adalah layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu berasal. Namun, akankah Tuhan membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar matahari?

Begitupun kita, akankah Tuhan membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses, tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan?

Akankah Tuhan lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin "masalah", derasnya air "ujian" serta teriknya matahari "persoalan"?

Tidak Teman!

Karena Tuhan Maha Tahu, bahwa setiap hamba-Nya akan menemukan jalan keberhasilan, maka Tuhan akan tak pernah lupa dengan itu semua.


Kata Bijak Hari ini:
Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan kesuksesan itu telah ada dalam dirimu.

Monday, December 28, 2009

Dunia memberi apa Yang kita Fokuskan

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil

Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga

Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.

Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri

Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Tuesday, December 22, 2009

APAKAH GUBUKMU TERBAKAR?

Tersebutlah sebuah kapal layar yang karam dihantam ombak yang besar. Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal tersebut terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelematkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatupun yang datang.

Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, and untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya.

Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis.

Pagi-pagi ke esokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya.

"Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya.

"Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka.


Renungan:

Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tsb.

Kata Bijak Hari ini:
Every cloud has a silver line! - (English Proverb)

Wednesday, November 4, 2009

Asahlah Mata Kapak Anda!

Suatu ketika seorang penebang kayu yang kekar melamar pekerjaan di tempat penebangan kayu. Upah yang diterima sangat memuaskan begitu juga dengan suasana kerjanya. Makanya sang penebang kayu bekerja sekuat yang bisa dilakukan untuk membalas fasilitas yang diterimanya.

Atasannya memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area tempatnya bekerja.

Pada hari pertama dia berhasil menebang 18 pohon.

Selamat,” kata atasannya. “Pertahankan prestasi kerja Anda!

Termotivasi dengan pujian atasannya, sang penebang kayu bekerja lebih keras lagi keesokan harinya tapi hanya mampu menebang 15 batang pohon. Pada hari ketiga dia mencoba lebih keras lagihanya berhasil menebang 10 batang saja. Semakin hari semakin sedikit hasil tebangan yang diperolehnya.

“Sepertinya saya telah kehilangan kekuatan saya,” pikirnya. Kemudian dia mendatangi atasannya dan minta maaf sambil menceritakan bahwa dia tidak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi.

“Kapan terakhir kali Anda mengasah kapak Anda?” tanya atasannya.

“Mengasah kapak? Sejujurnya saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak saya. Saya sangat sibuk berusaha menebang pohon…”


Kata Bijak Hari ini:
"Kekuatan ilmiah kita menggerakan kekuatan spiritual kita. Tugas kita adalah mengarahkan senjata ke sasaran yang tepat dan tidak menyesatkan sesama. " - Dr. Martin Luther

Wednesday, July 22, 2009

Secret of an Efficient Secretary, The


Arnold Bennett, the British novelist, had a publisher who boasted about the extraordinary efficiency of his secretary. One day while visiting the publisher's office, Bennett asked her: "Your boss claims you're extremely efficient. What's your secret?"

"It's not my secret," said the secretary, "it's his." Each time she did something for him, no matter how insignificant, she explained, he never failed to acknowledge and appreciate it. Because of this, she took infinite pains with her work.

Wisdom of this day:
"We are all born charming, fresh, and spontaneous and must be civilized before we are fit to participate in society." - Judith Martin

Most Important Question, The


During my second month of nursing school, our professor gave us a pop quiz. I was a conscientious student and had breezed through the questions, until I read the last one: "What is the first name of the woman who cleans the school?"

Surely this was some kind of joke. I had seen the cleaning woman several times. She was tall, dark-haired and in her 50s, but how would I know her name? I handed in my paper, leaving the last question blank. Before class ended, one student asked if the last question would count toward our quiz grade.

"Absolutely," said the professor. "In your careers you will meet many people. All are significant. They deserve your attention and care, even if all you do is smile and say hello".

I've never forgotten that lesson. I also learned her name was Dorothy.

Maintain Your Integrity


A while back, there was a story about Reuben Gonzolas, who was in the final match of his first professional racquetball tournament. He was playing the perennial champion for his first shot at a victory on the pro circuit. At match point in the fifth and final game, Gonzolas made a super "kill shot" into the front corner to win the tournament. The referee called it good, and one of the linemen confirmed the shot was a winner.

But after a moment's hesitation, Gonzolas turned and declared that his shot had skipped into the wall, hitting the floor first. As a result, the serve went to his opponent, who went on to win the match.

Reuben Gonzolas walked off the court; everyone was stunned. The next issue of a leading racquetball magazine featured Gonzolas on its cover. The lead editorial searched and questioned for an explanation for the first ever occurrence on the professional racquetball circuit. Who could ever imagine it in any sport or endeavor? Here was a player with everything officially in his favor, with victory in his grasp, who disqualifies himself at match point and loses.

When asked why he did it, Gonzolas replied, "It was the only thing I could do to maintain my integrity."

Wisdom of this day:
"Men and nations behave wisely once they have exhausted all the other alternatives."
- Abba Eban

Admitting Flaws


In the mid-1980's researchers at Cleveland State University made a startling discovery.

They conducted an experiment by creating two fictitious job candidates David and John. The candidates had identical resumes and letters of reference. The only difference was that John's letter included the sentence "Sometimes, John can be difficult to get along with". They showed the resumes to a number of personnel directors. Which candidate did the personnel directors overwhelmingly prefer? Difficult to get along with, John.

The researchers concluded the criticism of John made praise of John more believable. Admitting John's wart actually helped sell John. Admitting flaws gives you more credibility. A key to selling.

Wisdom of this day:
"A day without laughter is a day wasted." - Charlie Chaplin

Five Short Chapters on Change


Chapter 1.
I walk down a street and there's a deep hole in the sidewalk. I fall in. It takes forever to get out. It's my fault.

Chapter 2.
I walk down the same street. I fall in the hole again. It still takes a long time to get out. It's not my fault.

Chapter 3.
I walk down the same street. I fall in the hole again. It's becoming a habit. It is my fault. I get out immediately.

Chapter 4.
I walk down the same street and see the deep hole in the sidewalk. I walk around it.

Chapter 5.
I walk down a different street.

Thursday, July 2, 2009

Letak Kekuatan

Ada kekuatan dalam cinta. Dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat karena ia mampu mengalahkan keinginan dan kepentingan dirinya sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa dan kegembiraan. Dan orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah larut dalam tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan dalam kedamaian diri. Dan orang yang dirinya penuh damai dan kebahagiaan adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah tergoyahkan dan terombang-ambingkan.

Ada kekuatan dalam kesabaran. Dan orang yang sabar adalah orang yang kuat karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan tidak pernah merasa tersakiti.

Ada kekuatan dalam kemurahan. Dan orang yang murah hatinya adalah orang yang kuat karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan kebaikan bagi sesamanya.

Ada kekuatan dalam kebaikan. Dan orang baik adalah orang yang kuat akrena ia mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat dan baik bagi semua orang.

Ada kekuatan dalam kesetiaan. Dan orang yang setia adalah orang yang kuat karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadinya dengan kesetiaan kepada Tuhan dan sesama.

Ada kekuatan dalam kelemahlembutan. Danorang yang lemah lembut adalah orang yang kuat karena ia bisa menahan diri untuk tidak balas dendam.

Ada kekuatan dalam penguasaan diri. Dan orang yang menguasai dirinya adalah orang yang kuat karena bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Di situlah letak di mana segala kekuatan sejati berada. Dan sadarilah bahwa Anda memiliki kekuatan yang sama untuk mengatasi semua masalah Anda. Di manapun dan kapan pun Anda berada.

Kata Bijak Hari ini:
Seseorang yang sedikit belajar ibarat kodok yang merasa kubangan sebagai bentangan samudera luas. (Peribahasa Myanmar)

Tuesday, June 30, 2009

LAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK DUNIA

Manusia terkadang berlaku tidak wajar, tidak adil dan egois. Namun Cintailah mereka.

Jika Anda berbuat kebaikan, motif dan tujuannya dipertanyakan. Namun, teruslah berbuat kebaikan.

Jika Anda meraih sukses, teman palsu dan musuh sejatilah yang Anda dapatkan. Namun raihlah kesuksesan Anda.

Kebaikan yang Anda lakukan hari ini akan dilupakan besok hari. Namun teruslah berbuat kebaikan.

Kejujuran dan keterusterangan kadang membuatmu diperolok. Namun teruslah jujur dan nerterus terang.

Manusia kadang-kadang pura-pura lemah dan menjadi pengekor. Namun teruslah membantu yang lemah.

Apa yang kamu bangun bertahun-tahun dapat hancur dalam sekejap. Namun teruslah berkarya.

Manusia yang membutuhkan pertolongan mungkin akan berbalik menyerangmu saat dibantu. Namun teruslah membantu.

Lakukanlah yang terbaik untuk dunia.

Kata Bijak Hari ini:
Kita bisa mengetahui seseorang melalui perbuatannya. (Peribahasa Latin)

Monday, June 29, 2009

Anda tidak kesepian

Kesepian Anda bukanlah karena tiada orang lain di sekitar Anda, namun karena tiada seseorang di hati Anda. Anda dapat kehilangan saat-saat berharga, yaitu bila suatu saat Anda enggan memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkan. Saat Anda memberikan pertolongan kepada orang lain tanpa sadar Anda menjalin hati Anda dan orang lain dengan dawai emas yang tidak kelihatan. Dawai emas itu disebut persaudaraan. Semakin banyak dawai emas yang Anda rajut semakin jauh hati Anda dari kesepian. Karena dawai-dawai itu Akan mendetingkan nada-nada yang memenuhi dan menghibur jiwa Anda.

Bangkitlah dan tebarkan uluran tangan Anda. Segaris senyum dan tatapan mata bersahabat cukup untuk membangunkan bahwa Anda tidak sendiri!

Kata Bijak Hari ini:

Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini. (Samuel Taylor Coleridge)